Pembunuh Bertato yang Sempat Viral di Tiktok ini Memotong Lidah dan Kemaluannya Sendiri! – Nikko Jenkins

Cerita selanjutnya ini dari kasus Nikko Jenkins.

Untuk teman-teman yang sering main tiktok, pasti sering lihat video ini dulu yang mana ada orang-orang yang mengatakan bahwa pria ini akan membunuh siapa saja yang menatap matanya. Nah apakah benar begitu?

Yang penasaran bisa baca sampai habis yaa! xoxo

Latar Belakang Jenkins

Nikko Allens Jenkins lahir pada 16 September 1986 di Colorado, Amerika Serikat. Keluarga Jenkins sendiri terkenal sebagai penjahat yang hampir semua anggota keluarganya melakukan kejahatan kriminal.

Tindakan tersebut ternyata turun-temurun dari generasi ke generasi. Dari kecil, kehidupan Jenkins sudah dipenuhi dengan kekerasan, pelecehan fisik dan aktivitas kriminal oleh orangtuanya.

Kasus paling pertama Nikko Jenkins adalah ketika ia masih berusia 7 tahun. Diketahui pada saat itu Jenkins membawa pistol ke sekolahnya yang pada saat itu masih duduk di bangku SD. Namun tidak ada korban saat itu.

Kemudian dilanjutkan pada usia 11 tahun, Jenkins diusir dari rumah karena kekerasan berulang dan berhenti sekolah.

Pada usia 13 tahun, Jenkins menggunakan pisau melakukan beberapa tindakan kejahatan

Dan pada usia 15 tahun, pertama kalinya ia membekap didalam sel penjara dikarenakan ia melakukan pembajakan mobil. Pada saat itu tepat pada tahun 2002

Kemudian dikabarkan pada tahun 2006, Jenkins melakukan perlawanan terhadap keparat kepolisian sehingga total ia tinggal di dalam penjara sekitar 10 tahunan.

Pembunuhan Nikko Jenkins

Setelah mendekap selama 10 tahun dalam penjara, Jenkins akhirnya berhasil keluar dan menghirup udara segar pada July 2013 yang pada saat itu Jenkins berumur 25 tahun

Sebulan setelah bebas dari penjara, bukannya mencari aktivitas segar atau merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik, Jenkins malah melakukan perbuatan kejamnya yaitu pembunuhan.

Pembunuhan berantai kepada 4 korban tersebut bahkan dilakukan hanya dalam waktu 10 hari.

Alur pembunuhannya :

11 Agustus 2013 – Korban bernama Juan Uribe-Pena (26 th) ditembak dibagian kepala dan ditemukan di sebuah truk Ford putih yang parkir di dekat kolam berenang kota

11 Agustus 2013 – Korban bernama Jorge Cajiga-Ruiz (29 th) bersamaan dengan korban pertama ditembak juga dibagian kepala dan ditemukan di truk

19 Agustus 2013 – korban bernama Curtis Bradford (22 th) ditembak dibagian punggung dan ditemukan di luar garasi. Curtis ini merupakan rekan penjara Jenkins silam lalu

21 Agustus 2013 – korban bernama Andrea Kruger (33 th) ditembak dibagian wajah, leher dan bahu. Korban ditemukan ditengah jalan.

Penangkapan dan pengungkapan Jenkins

Pada 30 Agustus 2013, Jenkins ditangkap atas tuduhan teroris yang sama sekali tidak ada hubungan dengan aksi pembunuhan yang dilakukannya.

Kemudian muncul bukti-bukti yang memberatkan Jenkins seperti tampak pada kamera-kamera CCTV ada rekaman Jenkins membeli senapan yang digunakannya untuk membunuh tadi.

Kemudian, pada 3 September 2013, selama 8 jam wawancara yang bertele-tele, Jenkins akhirnya mengakui ke-4 pembunuhan yang dia dilakukannya tersebut.

Lantas mengapa dia melakukan itu?

Bukan karna dendam, bukan karna masalah finansial, bukan karena patah hati juga. Jenkins berkata ia melakukan itu dikarenakan pengorbanan untuk Aphopis.atau atas perintah dewa ular kuno Aphopis.

Dalam mitologi Mesir, Aphohis dalam bahasa Yunani artinnya dewa kejahatan.

Jenkins awalnya dijatuhi hukuman mati pada 11 Agustus 2014. Namun, ditunda beberapa waktu untuk mematangkan dirinya apakah ia mampu memahami proses hukuman matinya dan untuk melakukan pemeriksaaan terhadap mental health nya. Jenkins mengklaim bahwa ia mengidap penyakit mental seperti bipolar, skizofenia, dan gangguan obsesif-kompulsif.

Pada tahun 2015, Jenkins dikabarkan memotong kemaluannya sendiri dengan alasan agar ia terlihat seperti dewa ular Mesir raksasa. Kepercayaannya kepada dewa ular tersebut benar-benar dihayati.

Sebelum aksi pemotongannya dilakukan, ternyata beberapa bulan itu ia sempat mengukir angka 666 di jidatnya, namun dikarenakan tidak memakai cermin, hasil dari ukiran di jidanya menjadi angka 999 terbalik.

Yang mana makna dari ukiran yang dia lakukan tidak tersirat, angka 666 diibaratkan sebagai angka setan sedangkan angka 999 berarti “akhir”.

Selain itu, Jenkins juga memotong lidahnya sendiri, dengan alasan yang sama, ia ingin meyerupai ular dan ingin menjadikan tubuhnya seperti hewan reptil.

Bahkan setelah mengiris lidahnya tersebut, darah yang keluar dari lidahnya, ia colek ke besi sel yang mana membuat terkejut pada penjaga tahanan.

Mereka juga kaget kenapa Jenkins bisa menyimpan pisau di dalam sel.

Hasil diagnosa dari psikater mengatakan bahwa Jenkins mengalami gangguan kepribadian antisosial. Jenkins sempat mengajukan banding kepada Mahkamah Agung AS namun ditolak.

Kemudian setelah dinyatakan kompeten untuk di adili, proses pengadilan pun berlanjut. Sekitar 3 tahun lamanya proses penundaan hukum, kemudian tepat pada Mei 2017, Jenkins dijatuhi hukuman mati.

Last Words

Mental Health bukan hal kecil yang bisa dianggap sepele. So kalo ada yang ngerasa lagi terpuruk atau sedih, carilah orang yang bisa selalu disisimu!

Oke ditunggu cerita selanjutnya, dadahhh

Sumber

https://translate.google.com/translate?u=https://en.wikipedia.org/wiki/Nikko_Jenkins&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp&prev=search

https://aceh.tribunnews.com/2021/06/13/ini-nikko-jenkins-pembunuh-bayaran-yang-dijatuhi-hukuman-mati-hingga-viral-di-media-sosial?page=all

https://www.tribunnews.com/internasional/2017/06/03/bunuh-4-orang-kemudian-potong-penis-sendiri-pria-bertato-titisan-dewa-ular-dihukum-mati?page=1

https://intisari.grid.id/read/032743530/nikko-jenkins-pembunuh-bayaran-yang-memotong-lidah-dan-organ-vitalnya-agar-mirip-dewa-ular?page=3

https://intisari.grid.id/read/032729185/mengaku-bunuh-4-wanitaatas-perintah-dewa-ular-kuno-siapa-itu-nikko-jenkins?page=3

https://www.liputan6.com/citizen6/read/2333735/ingin-seperti-dewa-ular-mesir-pria-ini-iris-penisnya-sendiri