Nyesek Banget. Tragedi Tenggelamnya Kapal Sewol di Korea Selatan.

Hai guys..

Ada yang tau cerita tragedi ini? Tragedi tenggelamnya kapal Sewol menyimpan luka yang amat dalam bagi korban, keluarga, bahkan masyarakat di Korea Selatan maupun di dunia.

Singkatnya, pada 16 April 2014, kapal sewol sedang dalam perjalanan dari Incheon menuju Jeju di Korea Selatan. Kapasitas kapal sangat penuh yaitu dengan membawa 476 penumpang termasuk awak kapal, dan dari tragedi ini ga sampai setengah penumpang selamat dan lainnya meninggal tenggelam.

Yang sangat menyita perhatian publik ialah mayoritas penumpang kapal ini adalah anak remaja SMA yang sedang dalam perjalanan sekolah.

Cerita ini dipetik dari sebuah sumber, akan ada footage video juga yang didapatin dari korban dalam kapal.
check it out>>

DARI MANA ASAL KAPAL SEWOL?

Kapal Sewol di Pelabuhan Incheon, 2014 setelah dimodifikasi. Source : Wikipedia

Pada tanggal 8 Oktober 2012, Chonghaejin Marine selaku perusahaan pelayaran di Korsel membeli sebuah kapal bernama Ferry Naminoue yang telah beroperasi selama 18 tahun sebagai kapal pengangkut kargo dan penumpang dari perusahaan Jepang A-Line Ferry.

Kapal tersebut kemudian diganti nama menjadi MV Sewol dan dimodifikasi serta didaftarkan pada tahun 2012.

Modifikasi lumayan besar dilakukan, dengan menambah 2 dek ruang penumpang, perluasan ruang kargo, dan penambahan kapasitas penumpang.

Setelah proses modifikasi selesai, kapal ini menjalani penyelidikan oleh Korean Register of Shipping (KR) termasuk uji kemiringan kapal serta sertifikasi inspeksi kapal dan sertifikasi pencegahan pencemaran laut.

BEROPERASINYA KAPAL SEWOL

Rute Perjalanan Terakhir MV Sewol dari Incheon ke Jeju. Source : Wikipedia

Pada tanggal 15 April 2014, Sewol dijadwalkan berlabuh dari Pelabuhan di Incheon pada jam 18.30.

Saat itu, kapal sempat mendapat peringatan keberangkatan dikarenakan kabut yang membuat jarak pandang kecil

Namun sekitar 2 setengah jam menunggu, asosiasi perkapalan memeriksa lagi cuaca dan berdiskusi dengan Penjaga Pantai Korea dan tepat jam 9 malam, kapal Sewol meluncur dan merupakan satu-satunya kapal yang berlayar di malam itu.

Kapten MV Sewol, Lee-Joon-Seok

Sewol berangkat dengan membawa 443 penumpang, dengan mayoritas 325 remaja Danwon High School, 33 awak kapal, 185 mobil dengan total 2.142,7 ton kargo. Tentu saja kapal ini udah overcargo dari ketentuan yang telah ditetapkan.

Kapal ini dinahkodai oleh kapten Lee-Joon-Seok berusia 69 tahun. Kapten Lee telah berpengalaman selama 40 tahun berlayar dan pernah berlayar pada rute ini sebelumnya. Dalam kapal ini ia bekerja dengan 33 awak kapal yang mana 19 diantaranya merupakan pekerja part-time.

HARI KEJADIAN, 16 APRIL 2014

Pada jam 7.30 pagi waktu Korea, Park Han Kyul dan Cho Joon Ki mengambil alih nahkoda kapal dari tim sebelumnya. Kemudian tepat jam 8.20 ketika kapal hendak masuk ke perairan Maenggol, Park Han Kyul meminta Cho Joon Ki untuk mengubah sistem dari autopilot menjadi manual.

Perairan Maenggol memang dikenal sebagai perairan yang memiliki arus bawah laut yang kuat yang mana sangat mesti hati-hati saat mengarahkan kapal.

Pada jam 8.40 waktu setempat, makan pagi sedang tersaji di cafetaria kapal. Para siswa dan penumpang berkumpul dan berngobrol.

Pada jam 8.46, Park Han Kyul memerintah Cho Joon Ki untuk mengubah arah kapal dari 135 derajat menjadi 140 derajat. Namun pada saat itu, kapal sangat miring ke kanan sehingga Park kembali meminta Cho untuk berputar haluan.

Namun saat itu, Park mendengar Cho berkata ” rodanya tidak berfungsi “. dengan posisi saat itu kapal sudah miring.

Kapal Sewol miring ke kanan

Menurut tim investigasi gabungan, belokan tajam kapal Sewol disebabkan oleh kurangnya ahli pengemudi dan juga kelebihan beban kapal dan mengakibatkan kapal mulai tenggelam per jam 8.49 dan semua kargo jatuh ke sisi kanan kapal.

Kapten Lee yang pada saat itu sedang berada di kabin pribadinya, bergegas menuju anjungan kapal tempat kapal dinavigasi. Tidak lama kemudian, semua awak kapal dan juru mudi juga berkumpul disana.

Cho mematikan mesin kapal, dan jam 8.50, Ia memerintahkan evakuasi ruang mesin. Pada saat kapal oleng, lampu feri mulai padam.

KLIMAKS

Pada pukul 8.52, Saat kapal Sewol muali tenggelam, sistem interkom feri mulai memerintahkan penumpang agar tetap ditempat, jangan kemana-mana dan jangan bergerak karena berbahaya. Pengumuman itu dibuat oleh petugas komunikasi, Kang Hae-Seong dan bahkan saat itu, air udah mulai masuk ke kapal.

Kapten Lee dan juga anggota kru lain juga membenarkan dan menginstruksi penumpang agar tetap diam ditempat.

Tidak ada panggilan darurat yang dilakukan oleh kapten maupun tim awak, panggilan pertama dilakukan oleh salah seorang siswa SMA bernama Choi Duk-Ha pada jam 8.52. Ia menelfon layanan darurat nasional dan melapor ke stasiun pemadam kebarakan Jeollanam-do bahwa kapal Sewol mulai terbalik.

Kapal Sewol tenggelam

Siswa SMA itu terhubung dengan penjaga pantai Mokpo untuk memberi tahu kondisinya saat itu, dan penjaga pantai mengerahkan Kapal Patroli 123 dikirim ke tempat kejadian pada jam 8.58.

Pada Pukul 08.55, kru Sewol baru membuat panggilan darurat pertama mereka kepada pelayanan lalu lintas kapal Jeju dan kemudian menginformasikan kepada penjaga pantai Jeju.

Tiga menit setelahnya, penjaga pantai Jeju menanggil penjaga pantai Mokpo dan diinfo bahwa kapal patroli sudah dikirim

Saat yang bersamaan, seorang kru Sewol menelfon perusahaan pelayarannya di Incheon untuk melaporkan situasinya. Saat itu juga, kapten Lee terhubung dengan perusahaan cabang Jeju tersebut untuk melapor situasi.

Pada pukul 09.14, kru menyatakan bahwa miringnya kapal membuat proses evakuasi tidak mungkin dilakukan. kemudian pada pukul 09.23, pelayanan lalu lintas kapal memerintahkan awak kapal untuk menginformasikan kepada para penumpang agar memakain jaket pelampung dan kapal patroli akan tiba dalam 10 menit dan sebuah helipkoter akan tiba dalam 1 menit.

Helipkoter membantu evakuasi korban

Kapten mengatakan bahwa terlalu banyak penumpang untuk helipkoter, dan Lee menyuruh para penumpang untuk tetap tinggal di kabin mereka.

Petugas komunikasi di kapal berulang kali mengumumkan para penumpang untuk stay di posisi mereka.

Pada pukul 09.33, setelah beberapa kapal penyelamat datang, para kapal diperintah untuk menurunkan sekoci untuk para penumpang.

Namun pada 09.38, semua komunikasi antara pelayanan lalu lintas kapal dan Sewol terputus, sehingga 3 menit setelahnya, sekitar 150-160 penumpang dan awak lompat ke laut.

Tepat pukul 09.47, kapten Lee dan beberapa kru kapal lainnya meninggalkan kapal dan menyelamatkan diri

Tidak butuh waktu lama untuk kapal terbalik. Tepat jam 10.25, kapal Sewol tenggelam habis dalam posisi terbalik. Padahal para penumpang yang mengikuti arahan kapten dan kru masih kejebak didalam kapal.

Mereka mengikuti arahan untuk tetap tinggal padahal air sudah masuk ke kabin. Sadisnya, sebagian besar penumpang pelajar mematuhi arahan tersebut dan mereka yang tidak mematuhi arahan memilih naik ke atas kapal dan lompat ke air dan diselamatkan.

Tentu ada beberapa video yang ditemukan saat para penumpang masih berada di dalam kapal dan terdengar dengan jelas benar arahan yang menyuruh para penumpang diam ditempat.

HARI SETELAH KEJADIAN

Pada tanggal 17 April, sebuah perusahaan swasta, Undine Marine Industries mulai memimpin dalam pencarian penumpang yang hilang. Sebanyak 171 kapal, 29 pesawat dan 30 penyelam turun dalam upaya penyelamatan ini.

ada beberapa tambahan kru penyelam dari sipil yang ikut membantu dalam operasi ini sehingga jumlah penyelam yang terlibat berkisar sekitar 555 penyelam.

Namun operasi penyelamatan sempat diberhentikan dikarenakan cuaca buruk dan dilalukan lagi selama beberapa hari berikut.

Dengan posisi kapal yang terbalik dan kabin yang terbalik, membuat para penyelamat mengalami kesulitan dalam mengevakuasi jasad korban.

Penyelam harus menyisir lorong-lorong sempit untuk mencari korban. Dalam pencarian tersebut, ada 48 jasad korban yang ditemukan berdesakan disuatu ruangan sempit dengan memakai jaket penyelam.

KORBAN DALAM TRAGEDI INI

Untuk Penumpang dari tragedi ini yang terdiri dari 476 penumpang, 299 diantaranya tewas, dan 5 belum ditemukan, 172 selamat – Per laporan pencarian pada 19 Oktober 2018

Hal ini sangat menyita perhatian rakyat karena mayoritas korban dalam insiden ini adalah anak remaja SMA. Seorang netizen membuat kampanye pita kuning sebagai lambang duka bagi para korban yang tenggelam.

Para keluarga tentu sangat histeris atas kejadian ini, Pilu, duka, sedih sangat melebur dalam hati.

Ohya masih ingat dengan remaja Choi Duk-Ha yang melalukan pemanggilan telfon pertama untuk meminta pertolongan dalam kapal? Beliau ternyata ikut tewas tenggelam dalam kapal.

Pada tanggal 17 April, salah seorang perwakilan dari perusahaan Chenghaejin Marine meminta maaf atas insiden ini.

Selain itu, para petugas yang turun dalam operasi penyelamatan ini ada beberapa juga yang meninggal.

Pada tanggal 19 April, seorang perwira Angkatan Laut yang terluka selama operasi penyelamatan dinyatakan meninggal dan diikuti oleh seorang penyelam Undine Marine yang meninggal pada 6 Mei dan kematian penyelam lain pada 30 Mei.

Pada tanggal 17 July, sebuah helipkoter pemadam kebakaran yang kembali dari operasi penyelamatan ini jatuh di kompleks apartment dan mengakibatkan semua petugas tewas sebanyak 5 orang.

Pada tanggal 18 April, wakil kepala sekolah SMA Danwon yang selamat, Kang Min-Kyu bunuh diri dengan cara gantung diri. Ia merasa depresi dengan keadaan dan insiden yang telah terjadi dan memilih bertanggung jawab dengan cara bundir.

Disusul oleh Ketua dan Ceo Korean Register of Shipping mengajukan pengunduran diri pada 28 April.

Dan 2 tahun setelahnya, pada Juni 2016, seorang penyelam kapal Sewol Kim Gwan-Hong, bunuh diri setelah mengalami cedera selama operasi penyelamatan. Ia mengatakan memori yang begitu kelam dan sakit saat ia menangani mayat dari Sewol yang menghantuinya.

APA YANG TERJADI PADA KAPTEN LEE DAN KRU KAPAL?

Oh tentu tidak semudah itu dia menyelamatkan diri lalu tenang begitu saja

Pada tanggal 19 April, Kapten Lee Jun-Seok ditangkap atas dasar lalai dalam tugas, melanggar hukum maritim dan pelanggaran lainnya. Sesuai dengan hukum di Korea Selatan bahwa kapten diharuskan tetap berada di dalam kapal selama bencana. Kru lain juga ditangkap atas pelanggaran ini.

kapten Lee Jun-Seok dijatuhi hukuman seumur hidup sedangkan kru lainnya dijatuhi hukuman lebih ringan yaitu 10-12 tahun penjara.

Namun perlu di tandai, bahwa tidak semua anggota kru pergi gitu aja tinggalin para penumpang.

Ada 3 anggota kru yang patut dikenang, yaitu Park Ji-Young, Jeong Hyun-Seon dan Kim-Ki Woong yang turut membantu penumpang meyelamatkan diri, namun ketiganya tenggelam bersama kapal.

PENGANGKATAN BANGKAI KAPAL

Pada tanggal 22 Maret 2017, bangkai kapal Sewol mulai diangkat. Sebuah perusahaan China, dikontrak oleh pemerintah untuk melaksanakan operasi tersebut.

last Words

Untuk temen-temen yang mau ikutin proses evakuasi, atau mau tau cerita lebih lengkap, bisa nonton video di bawah ataupun klik sumber di bawah ya:

Source : Channel Youtube The New Yorker

Sekian cerita hari ini, bener-bener ga nyangka insiden ini bisa terjadi. Hopefully they got their right place di atas, dan semoga banget kejadian ini ga terjadi lagi.

See you guys on the next stories:

Sumber
https://en.wikipedia.org/wiki/Sinking_of_MV_Sewol